Sejarah IAP

Sejarah IAP Indonesia

OlehBiro Eksekutif PN IAP

Awal dekade 70-an, kalangan profesional teknokrat mulai berbenah diri dan membentuk berbagai asosiasi profesi. Kegiatan ini terdorong oleh perencanaan Repelita (1969-1974) yang menandai era penyelenggaraan pembangunan secara sistematis dan terencana. Para ahli perencanaan (saat itu planner) yang menyebut diri sebagai ahli perancang, tentu tak mau tertinggal. Maka setelah melalui serangkaian pertemuan, pada tanggal 13 April 1971, di Jakarta, dibentuk Ikatan Ahli Perancang, disingkat IAP.

Pembentukan IAP diprakarsai oleh para alumi Planologi ITB angkatan pertama, sepeti Djoko Sujarto dan Tubagus M. Rais. Namun sejak awal, organisasi profesi ini tidak membatasi diri hanya alumni Planologi ITB. Hal ini, setidaknya, tercermin dari susunan pengurus periode pertama yang diketuai Koes Hadinoto (Almarhum) didampingi Risman Maris dan Hendropranoto Suselo sebagai sekretaris. Kecuali Koes Hadinoto yang sudah meninggal dunia, tiga tokoh lainnya adalah saksi hidup pembentukan IAP.

Ternyata, tidak mudah mengembangkan organisasi profesi kala itu. AD/ART bahkan baru tersusun pada tanggal 13 April 1976. Setelah itu barulah IAP lebih berani “tampil keluar” guna meraih pengakuan dari masyarakat. Pengakuan secara formal antara lain datang dari Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta waktu itu) yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor D.IV. 4297/11/76, tanggal 20 Juni 1976 tentang “Pengukuhan Ahli Perancang”. IAP dinyatakan sebagi wadah tunggal profesi Perencanaan di DKI Jakarta. Dalam hal ini peranan Tb. M Rais sebagai planner pertama yang masuk jajaran birokrasi pemerintah DKI Jakarta, tentu tak dapat dikesampingkan.

Dalam AD/ART ditegaskan IAP berdasarkan Pancasila. Misi IAP sebagai wadah tunggal Ahli Perencanaan wilayah dan kota di Indonesia tercermin dari tujuan pendiriannya, yaitu

  • Mengembangkan keahlian perencanaan wilayah dan kota; dan
  • Meningkatkan Mutu, Kesejahteraan , Persatuan dan Kesatuan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota di Indonesia.

IAP berfungsi sebagai wadah pembinaan, komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, juga antara Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ahli lainnya, lembaga masyarakat, swasta, pemerintah dan internasional. Juga, sebagai wadah untuk melindungi kepentingan masyarakat luas. Adapun tugas IAP adalah :

  • Meningkatkan peran perencana wilayah dan kota dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan wilayah dan kota
  • Meningkatkan kemampuan professional dan kesejahteraan anggota
  • Mengembangkan bidang pengembangan wilayah dan kota sebagai ilmu dan teknik terapan
  • Membina hubungan dan kerjasama harmonis antara perencana wilayah dan kota dengan ahli lainnya, lembaga masyakat, swasta, pemerintah dan internasional
  • Melaksanakan berbagai kegiatan lain dalam bentuk pelayanan teknis, advokasi dan konsultasi serta pelatihan dan pemanfaatan teknologi

Seminggu setalah SK Pengukuhan IAP, tepatnya tanggal 28-30 Juni 1976, diselenggarakan kongres Pertama, bertema “Tantangan dan Tanggung Jawab : Prospek Suatu Profesi Muda”. Kongres diarahkan untuk konsolidasi para perancang yang tersebar dilembaga pemerintahan, pendidikan, penelitian maupun swasta. Kongres juga menetapkan kepengurusan baru. Dalam kongres Tb. M. Rais terpilih sebagai ketua. Namun, dalam susunan pengurus formal (dibacakan Tb. M. Rais), Koes Hadinoto tetap sebagai Ketua. Boleh jadi, karena alasan sungkan atau nuansa paguyuban masih lebih kental ketimbang keprofesian. Adapun Tb. M. Rais sebagai ketua I dan Risman Maris MSCE sebagai Ketua II, dengan sekretaris W.J. Waworoentoe dan bendahara Syarif Puradimadja.

Sejak berdiri pada tahun 1971, kepengurusan IAP telah berganti 11 kali yaitu :

Tahun 1971-1976:

  1. Ketua Presidium I: R.P. Kus Hadinoto (almarhum),
  2. Sekretaris: W.J Waworoentoe.

Tahun 1976-1982:

  1. Ketua Presidium II: Tubagus M. Rais,
  2. Sekretaris: Syarif Puradimadja

Tahun 1983-1989:

  1. Ketua Presidium III: Aca Sugandhy,
  2. Sekretaris: Hoedyono

Tahun 1989-1994:

  1. Ketua: Sugijanto Soegijoko,
  2. Sekretaris Jenderal: Tatag Wiranto

Tahun 1994-2000:

  1. Ketua Umum: Bambang Bintoro Soejito,
  2. Sekretaris Jenderal: Ruchyat Deni DP

Tahun 2001-2004:

  1. Ketua Umum: Kemal Taruc,
  2. Sekretaris Jenderal: Nuryasin

Tahun 2004-2007:

  1. Ketua Umum: Tatag Wiranto,
  2. Sekretaris Umum: Agung Mulyana

Tahun 2007-2010:

  1. Ketua Umum: Iman Soedradjat,
  2. Sekretaris Jenderal: Bernardus Djonoputro

Tahun 2010-2013:

  1. Ketua Umum: Iman Soedradjat
  2. Sekretaris Jenderal: Bernardus Djonoputro

Tahun 2013-2016:

  1. Ketua Umum: Bernardus Djonoputro,
  2. Sekretaris Jenderal: Vera Revina Sari

Tahun 2016-2019:

  1. Ketua Umum: Bernardus Djonoputro,
  2. Sekretaris Jenderal: Hendricus Andy Simarmata

Kongres merupakan lembaga tertinggi IAP yang menetapkan arah pengembangan organisasi, garis besar program kerja, pemilihan dan penetapan pengurus nasional. Hingga saat ini IAP telah melaksanakan 11 Kongres, yaitu:

  1. Kongres Nasional I di Jakarta, 28-30 Juni 1976. Kongres ini mengusung tema “Tantangan dan Tanggung Jawab: Prospek suatu Profesi Muda”
  2. Kongres Nasional II di Bandung, 9-10 Desember 1983. Kongres ini mengusung tema “Pemantapan Profesi Perencanaan di Indonesia”
  3. Kongres Nasional III di Bandung, 23-26 Oktober 1989. Kongres ini mengusung tema “Tantangan Profesi Perencanaan dalam menghadapi Pembangunan Nasional Jangka Panjang Tahap II”
  4. Kongres Nasional IV di Jakarta, 1-2 Desember 1994. Kongres ini mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Perencana untuk Penguatan Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang”
  5. Kongres Nasional V di Jakarta, 9-11 Desember 1997. Kongres ini mengusung tema “Mewujudkan Penataan Ruang yang bertumpu pada Kemitraan”
  6. Kongres Nasional VI di Jakarta, 12 April 2001. Kongres ini mengusung tema “Reposisi Peran Perencanaan dalam Menghadapi Otonomi Daerah”’
  7. Kongres Nasional VII di Jakarta, 7 Maret 2004. Kongres ini mengusung tema “Dikotomi Sistem Perencanaan Nasional dan Otonomi Daerah”
  8. Kongres Nasional VIII di Jakarta, 30 Oktober 2007. Kongres ini mengusung tema “Penguatan Kompetensi Perencana di Indonesia”
  9. Kongres Nasional IX di Jakarta, 21 Oktober 2010. Kongres ini mengusung tema ”Meningkatkan Peran dan Kualitas Praktik Profesi Perencana dalam Menghadapi Tantangan Global”
  10. Kongres Nasional X di Jakarta dalam rangka laporan pertanggungjawaban Pengurus Nasional dan pemilihan ketua umum periode berikutnya diselenggarakan pada November 2013.
  11. Kongres Nasional XI di Jakarta dalam rangka laporan pertanggungjawaban Pengurus Nasional dan pemilihan ketua umum periode berikutnya diselenggarakan pada November 2016.

Selain itu, IAP juga pernah menyelenggarakan Kongres Istimewa pada 14-15 Maret 2014 di Surabaya terkait Revisi AD/ART IAP. Kongres Istimewa pada saat itu mengusung tema “Membangun Bangsa Melalui Peningkatan Profesionalitas dan Etika Perencana”. AD/ART yang ditetapkan di dalam Kongres Istimewa tersebut kembali direvisi pada Kongres Nasional XI yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2016, dimana AD/ART tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Sampai saat ini, IAP telah mengangkat dan mengukuhkan empat anggota kehormatan, yaitu anggota yang diusulkan Pengurus Nasional IAP berdasarkan pertimbangan prestasi atau peran ketokohan nasional, kepakaran di bidang perencanaan wilayah dan kota, menduduki jabatan strategis di bidang perencanaan wilayah dan kota atau berjasa bagi pengembangan organisasi IAP. Penganugerahan dan pengukuhan anggota kehormatan dilakukan melalui kongres nasional. Anggota kehormatan IAP hingga saat ini diantaranya Ginandjar Kartasasmita, Radinal Mochtar, Sayidiman Suryohadiprodjo, Herman Haeruman JS.